Laporan PKL di SMAN 1 Pondidaha

I. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan mahasiswa untuk menerapkan teori dan keterampilan pada bidang yang di tekuninya di sekolah dalam memenuhi tuntutan profesi kependidikan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memantapkan kepribadian, professional dan sosial dalam rangka memperbaiki atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Selain itu, Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan bagian dari program wajib mahasiswa Program Pendidikan Guru S1 Basic Science (PGS1 BS) yang termasuk bagian mata kuliah yang harus diprogramkan bagi mahasiswa Unsrat yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) PGS1 BS.

Praktek Kerja Lapangan mempunyai sasaran agar mahasiswa PKL memiliki seperangkat pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial. Mahasiswa praktikan harus melaksanakan seluruh komponen tugas dan kegiatan PKL sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mahasiswa PKL bukan pengganti guru pengajar di sekolah latihan atau pamong di tempat latihan lainnya. Dalam hal ini praktikan dibimbing dan dilatih untuk melakukan proses pembelajaran dari menyiapkan rencana pembelajaran maupun menganalisis hasil pembelajaran yang dibantu oleh masing-masing guru pamong. Pembimbingan mahasiswa PKL harus secara intensif dan sistematis oleh guru pamong dan dosen pembimbing yang memenuhi syarat untuk tugas-tugas bimbingan.

Pelaksanaan PKL dilakukan setelah mahasiswa menempuh kegiatan observasi dan orientasi yang berkaitan dengan kondisi fisik sekolah, administrasi sekolah, administrasi kelas, keadaan murid dan guru, sarana dan prasarana sekolah.

 

I.2     Tujuan

Tujuan dilaksanakan PKL adalah membentuk mahasiswa agar menjadi calon tenaga kependidikan yang professional sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan berdasarkan kompetensi yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial.

 

I.3     Manfaat

Manfaat kegiatan PKL meliputi 3 aspek, yaitu :

  1. Bagi mahasiswa PKL

    Sebagai penerapan ilmu dari mata kuliah yang telah diperoleh selama perkuliahan untuk mempraktikannya dalam proses pembelajaran yang sesungguhnya di tempat PKL serta dapat mengetahui dan mengenal secara langsung kegiatan pembelajaran dan kegiatan lainnya di sekolah tempat pelaksanaan PKL. Selain itu dapat meningkatkan daya pemikiran mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan dan pemecahan masalah pembelajaran yang ada di sekolah tempat pelaksanaan PKL.

     

  2. Bagi sekolah tempat pelaksanaan PKL

    Sekolah dapat mengembangkan kegiatan pembelajaran di sekolah dan memperluas kerjasama dalam proses pembelajaran di sekolah dengan perguruan tinggi yang bersangkutan.

  3. Manfaat bagi perguruan tinggi yang bersangkutan

    Sebagai informasi perkembangan ilmu pendidikan terhadap pengelolaan pembelajaran di UNSRAT dan sebagai penyalur pendidik yang dapat menciptakan calon-calon tenaga professional yang kompetensi.

II. TINJAUAN PUSTAKA

 

II.1     PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

II.1.1    Pengertian PKL

Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa PKL sebagai alat untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam semester-semester sebelumnya sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan agar mereka memperoleh pengalaman dan ketrempilan lapangan dalam penyelanggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah atau tempat latihan lainnya.

Kegiatan PKL meliputi praktik mengajar, praktik bimbingan dan konseling serta kegiatan yang bersifat kokurikuler dan atau ekstrakurikuler yang berlaku di sekolah tempat pelaksanaan PKL. Dasar konseptual dalam pelaksanaa PKL adalah

a. Tenaga kependididikan terdapat di jalur kependidikan sekolah dan di jalur pendidikan luar sekolah.

b.     UNSRAT bertugas untuk menyiapkan tenaga kependidikan yang terdiri dari

tenaga pembimbing dan tenaga pengajar.

c. Tenaga pembimbing adalah tenaga kependidikan yang tugas utamanya menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling untuk siswa di sekolah.

d.     Tenaga pengajar adalah tenaga kependidikan yang tugas utamanya memberikan layanan pendidikan dan pengajaran di sekolah.

e.     Kompetensi sebagai tenaga pembimbing dan tenaga pengajar, para mahasiswa calon tenaga kependidikan wajib mengikuti proses pembentukan kompetensi melalui kegiatan PKL.

II.1.2    Sasaran

PKL mempunyai sasaran agar mahasiswa memiliki seperangkat pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial.

Pelaksana di lingkungan sekolah antara lain :

1.     Kepala sekolah merupakan instansi yang berwenang atas tempat yang ditunjuk sebagai tempat PKL, ditunjuk dan diangkat berdasarkan keputusan Kepala Pendidikan Nasional Kabupaten Konawe.

2.     Guru pamong merupakan guru yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah dan guru tetap yang berprestasi dengan pengalaman mengajar minimal 3 tahun serta bersedia menjalankan tugasnya sebagai guru pembimbing selama kegiatan PKL.

Tugas guru pamong di sekolah meliputi berkoordinasi dengan mahasiswa PKL untuk meninjau kembali rencana kegiatan yang telah disusun, membimbing mahasiswa untuk memantapkan rencana kegiatan sebagai guru PKL, menyediakan dan mempersiapkan kelas untuk praktik pengajaran mahasiswa yang dibimbingnya, mendiskusikan masalah-masalah yang dialami mahasiswa bimbingannya dalam melaksankan praktik mengajar, serta mencatat kemajuan mahasiswa dalam melaksanakan praktik mengajar dan meberikan pengarahan seperlunya untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan PKL.

II.2    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan KTSP yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional pendidikan terdiri dar standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Standar isi (SI) dan standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum.

UU RI no. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP no. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disususn oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oelh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan siswa :

1.     belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

2.    belajar untuk memahami dan menghayati

3.    belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif

4.    belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain

5.    belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Prinsip-prinsip pengembangan KTSP :

1.    berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan siswa dan lingkungannnya

2.    beragam dan terpadu

3.     tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

4.    relevan dengan kebutuhan kehidupan

5.     menyeluruh dan berkesinambungan

6.     belajar sepanjang hayat

7.    seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Selain itu, KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1.     Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia

2.    peningkatan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat dan perkembangan kemampuan siswa

3.    keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan

4.    tuntutan pembangunan daerah dan nasional

5.    tuntutan dunia kerja

6.    perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

7.    agama

8.    dinamika perkembangan global

9.    persatuan nasonal dan nilai-nilai kebangsaan

10.    kondisi sosial budaya masayarakat setempat

11.    kesetaraan gender

12.    karakteristik satuan pendidikan

II.3    Pengembangan Silabus

II.3.1    Pengertian Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator, penilaian, alokasi waktu dan sumber/bahan/alat belajar.

Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indicator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

II.3.2     Prinsip Pengembangan Silabus

a.     Ilmiah

Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

b. Relevan

Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual siswa.

c.    Sistematis

Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.

d. Konsisten

Adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar, indicator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan system penilaian.

e.    Memadai

Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar dan system penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.

f.    Aktual dan kontekstual

Cakupan indicator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan yang nyata dan peristiwa yang terjadi.

g.     Fleksibel

Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman siswa, pendidik serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

h. Menyeluruh

Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotorik).

II.3.3     Unit Waktu silabus

Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester per tahun dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran dengan aloksi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.

II.3.4     Pengembang Silabus

Pengembang silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) pada atau pusat kegiatan guru (PKG) Dinas Pendidikan. Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah tersebut. Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan sekolah-sekolah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah-sekolah dalam lingkup MGMP/PKG setempat. Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan mebentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.

II.3.5     Langkah-langkah Pengembangan Silabus

a.     mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar

b.    mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran

c.    mengembangkan kegiatan pembelajaran

d.    merumuskan indicator pencapaian kompetensi

e.    penentuan jenis penilaian

f.    menentukan alokasi waktu

g.    menentukan sumber belajar

III. PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

 

III.1    Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pondidaha yang beralamatkan di Jl. Poros Kendari – Unaaha KM.46, Kelurahan Pondidaha, Kabupaten Konawe pada tanggal 5 Juli – 21 Agustus 2010.

 

III.2     Tahapan Kegiatan

Kegiatan praktik di Sekolah diawali dengan penerimaan Mahasiswa PKL oleh pihak Sekolah yakni Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pondidaha pada tanggal 5 Juli 2010.

Kegiatan praktek di Sekolah terdiri dari kegiatan observasi, kegitan praktek belajar mengajar dan kegiatan praktik lainnya (non teaching)

  1. Observasi

Observasi adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa baik secara visual (pengamatan secara langsung) maupun non visual (wawancara/ interview) setelah menempati atau berada di lokasi Praktek Kerja Lapangan. Observasi dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2010 sampai dengan tanggal 24 Juli 2010.

Mahasiswa PKL juga mengadakan observasi langsung dalam proses KBM yang dilakukan oleh guru pamong/guru mata pelajaran yang bersangkutan. Mahasiswa mengamati secara langsung bagaimana guru pamong mengajar dan mengelola kelas sehingga mahasiswa bisa mengenal dan beradaptasi dengan siswa.

Berdasarkan hasil observasi pada lokasi SMA Negeri 1 Pondidaha tentang keadaan fisik sekolah diperoleh data sebagai berikut :

  1. Luas tanah keseluruhan 100 x 200 m2
  2. Jumlah gedung 10. Dengan rincian :
  • Gedung 1 merupakan kantor
  • Gedung 2 merupakan perpustakaan
  • Gedung 3 merupakan ruang kelas
  • Gedung 4 merupakan ruang kelas
  • Gedung 5 merupakan ruang kelas
  • Gedung 6 merupakan ruang kelas
  • Gedung 7 merupakan ruang kelas
  • Gedung 8 merupakan Laboratorium (saat ini digunakan sebagai ruang kelas)
  • Gedung 9 merupakan kantin sekolah
  • Gedung 10 merupakan musholah
  1. Jumlah ruang belajar 13. Dengan rincian :
  • Kelas X tediri dari 5 kelas
  • Kelas XI terdiri dari 5 kelas (kelas XI IPA1 dan XI IPA2 digabung menjadi 1 ruangan)
  • Kelas XII terdiri dari 5 kelas (kelas XII IPA1 dan XII IPA2 digabung menjadi 1 ruangan)
  1. Ruangan yang ada

Tabel 2. Ruangan yang terdapat di SMAN 1 Pondidaha

No.

Ruangan

Jumlah

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Ruang Belajar

Ruang Kepala sekolah

Ruang K.T.U

Ruang Tata Usaha

Ruang Guru

WC guru

Tempat parker

13

1

1

1

1

1

2

Jumlah Ruangan

20

 

  1. Sarana Olahraga

    Tabel 4. Sarana Olahraga SMA Negeri 1 Pondidaha

No.

Jenis

Jumlah

Bentuk

1.

Lapangan volley

1

Permanen

2.

Lapangan Basket

1

Permanen

3.

Lapangan takraw

1

Permanen

3.

Alat–alat olahraga berupa bola volly, basket, takraw dll

Cukup memadai

 

  1. Keadaan Lingkungan Sekolah

    Batas–batas yang mengelilingi lingkungan sekolah

  • Sebelah utara     : Jl. Poros Kendari-Kolaka
  • Sebelah timur     : MTS Al Ikhlas
  • Sebelah selatan     : Gunung
  • Sebelah barat     : Tanah milik H. Alwi

Kondisi Lingkungan sekolah

  • Letaknya berada di pedesaan
  • Jenis bangunan : permanen
  • Jarak ke pusat kecamatan : 3 KM
  • Jarak ke pusat otoda : 25 KM
  • Terletak pada lintasan : Provinsi

Fasilitas sekolah selain bangunan di atas adalah :

  • Lapangan upacara
  • Lapangan olahraga

Kepala Sekolah, Guru dan Siswa :

  • Kepala sekolah = 1orang
  • Wakil kepala sekolah berjumlah 3 orang
  • Guru tetap berjumlah 15 orang dan guru honor berjumlah 14 orang
  • Staf tata usaha berjumlah 37 orang dengan 1 orang kepala tata usaha
  • Siswa per kelas rata-rata berjumlah 32–37 orang, dengan rincian :
    • Kelas X.A berjumlah 37 siswa
    • Kelas X.B berjumlah 36 siswa
    • Kelas X.C berjumlah 36 siswa
    • Kelas X.D berjumlah 36 siswa
    • Kelas X.E berjumlah 36 siswa
    • Kelas XI IPA berjumlah 55 siswa
    • Kelas XI IPS.1 berjumlah 30 siswa
    • Kelas XI IPS.2 berjumlah 29 siswa
    • Kelas XI.IPS.3 berjumlah 31 siswa
    • Kelas XII.IPA berjumlah 53 siswa
    • Kelas XII IPS.1 berjumlah 37 siswa
    • Kelas XII IPS.2 berjumlah 36 siswa
    • Kelas XII.IPS.3 berjumlah 37 siswa
  • Siswa keseluruhan berjumlah 490 orang

Interaksi sosial

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, interaksi sosial di SMA Negeri 1 Pondidaha sangat bagus, baik antara guru dengan guru, guru dengan siswa, guru dengan pegawai tata usaha, siswa dengan siswa, maupun siswa dengan staf sekolah, semuanya penuh keakraban dan kekeluargaan. Hal ini dapat menciptakan iklim sekolah yang sangat baik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Tata tertib

  • Tata tertib untuk guru     : ada dan terlaksana
  • Tata tertib untuk staf tata usaha     : ada dan terlaksana
  • Tata tertib untuk siswa     : ada dan terlaksana

b.     Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar

Setelah mengadakan pengamatan, mahasiswa melakukan kegiatan penyusunan perangkat pembelajaran yang sebenarnya, yaitu mahasiswa sudah mulai mengajar dan beradaptasi dengan kelas yang sudah ditunjuk oleh guru pamong dan tidak lepas dari bimbingan guru pamong.

c.     Kegiatan Praktek lainnya dan Non Teaching

1. Ikut serta dalam upacara bendera pada hari Senin.

2. Ikut serta dalam mengawas ulangan blok

3. Ikut serta dalam kegiatan pesantren kilat

III.3     Materi Kegiatan

a.     Pembuatan Perangkat Pembelajaran

Mahasiswa dituntut untuk membuat perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman sebelum melakukan KBM yang sebenarnya. Pembuatan perangkat pembelajaran dimulai dari pembuatan silabus dan sistem penilaian, program tatap muka dan RPP. Selain itu mahasiswa dapat menyiapkan baik model, metode dan media yang cocok dan akan digunakan sebelum mengajar.

b. Proses Belajar Mengajar

Mahasiswa mengadakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan jadwal praktik mengajar yang sudsh diberikan oleh guru pamong dan RPP yang sudah dibuat sebelumnya oleh mahasiswa. Mahasiswa sudah melaksanakan KBM lebih dari 7 pertemuan dalam jangka waktu 30 hari kerja sesuai dengan syarat minimal pelaksanaan PKL.

Mahasiswa diberi kepercayaan untuk mengajar kelas XD, XE dan XI IPA, dimana dalam satu minggu terdapat 8 jam pelajaran yang terbagi menjadi 4 kali pertemuan tatap muka.

c.    Proses Bimbingan

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak lepas dari pengawasan guru pamong. Mahasiswa melakukan bimbingan kepada guru pamong sebelum maupun sesudah mengajar. Sebelum mengajar, mahasiswa berkonsultasi mengenai salah satu perangkat pembelajaran yaitu RPP yang akan digunakan. Sedangkan setelah mengajar, mahasiswa tetap melakukan bimbingan atau meminta guru pamong untuk memberikan kritik dan saran yang membangun.

d.    Hal-hal yang Mendukung dan menghambat

Selama pelaksanaa kegiatan PKL banyak hal yang menghambat dan mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran.

Hal – hal yang mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran di antaranya:

-    Ada komunikasi antara mahasiswa dengan guru pamong dalam membahas perangkat pembelajaran maupun mengkondisikan kelas selama mengajar.

-        Ada masukan dari guru pamong setelah mahasiswa selesai mengajar mengenai bagaimana menghadapi siswa dikelas dan bagaimana menjelaskan materi yang diajarkan sehingga mahasiswa lebih dapat berkembang.

-    Ketersediaan buku penunjang di perpustakaan yang dapat dipinjam saat proses KBM berlangsung sehingga memudahkan dalam menyampaikan materi secara kreatif.

Adapun hal-hal yang menghambat dalam pelaksanaan PKL di antaranya :

-    Di Sekolah tempat PKL tidak terdapat laboratorium dan alat peraga untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sehingga peserta didik lebih lambat memahami materi yang diberikan.

-    Mahasiswa PKL belum bisa menguasai kelas sehingga masih terdapat siswa yang tidak memperhatikan penjelasan materi yang diajarkan.

-    siswa masih banyak yang menganggap bahwa mata pelajaran Kimia sulit untuk dipahami terutama bagi siswa-siswa kelas X yang baru pertama kali mendapat mata pelajaran ini sehingga membuat siswa sudah tidak semangat lagi untuk belajar kimia.

-    Waktu belajar di siang hari, dimana siswa sudah mulai jenuh untuk belajar sehingga siswa-siswa sudah tidak konsentrasi lagi untuk menerima materi yang diajarkan.

Pemecahan dari hambatan-hambatan tersebut di antaranya :

-    Untuk masalah tidak adanya laboratorium, mahasiswa membuat percobaan-percobaan sederhana di kelas sedangkan untuk alat peraga, mahasiswa memanfaatkan benda–benda yang ada disekitar sekolah yang dapat dijadikan media yang sesuai dengan materi yang diajarkan.

-    Mahasiswa belajar lebih dalam lagi bagaimana menguasai dan mengatur keadaan dalam kelas selama proses KBM sehingga dapat berjalan lebih optimal.

-    Mahasiswa PKL mencoba member pemahaman kepada siswa-siswa bahwa mata pelajaran Kimia tak sesulit anggapan mereka.

-    Bila mengajar di siang hari, saat tingkat kejenuhan tinggi, mahasiswa PKL mengajar dengan memberi permainan agar siswa tidak jenuh dalam menerima materi yang diajarkan.

 

IV. HASIL PELAKSANAAN

Tugas utama mahasiswa PKL adalah mengajar dan menyusun seperangkat pembelajaran yang diperlukan sebelum pelaksaan pembelajaran. Dengan membuat RPP yang jelas dan dengan penyususunan rencana kegiatan yang telah dibuat, mahasiswa PKL dapat mengajar dengan baik dan bisa belajar menjadi guru yang professional sesuai dengan tuntutan masyarakat. Selain itu, mahasiswa PKL dituntut untuk menguasai kelas.

Adapun kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa PKL selama proses pembelajaran :

1.     Kegiatan Membuka Pelajaran

Sebelum materi pokok diajarkan kepada siswa, mahasiswa PKL membuka pelajaran dengan bererita hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari yang tentu saja sesuai dengan materi yang akan diajarkan atau mengingatkan kembali materi sebelumnya.

2.    Kegiatan Inti Pembelajaran

Dalam hal ini, mahasiswa PKL menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Apabila terdapat peserta didik yang masih kurang mengerti dengan materi yang diajarkan, maka mahasiswa PKL mengulang sekali lagi atau memebrikan contoh soal yang berkaitan.

Mahasiswa PKL berusaha menggunakan variasi model pembelajaran, metode pembelajaran ataupun media pembelajaran agar pembelajaran berkesan ridak monoton dan siswa dituntuk aktif dalam KBM.

Mahasiswa PKL memberikan penghargaan kepada siswa yang mampu menyelesaikan soal di depan kelas, menanggapi pendapat teman maupun menjawab peetanyaan yang diajukan oleh mahasiswa PKL.

Dalam penyampaian materi pelajaran, mahasiwa PKL harus berhati-hati karena banyak sekali konsep-konsep dasar Kimia yang diajarkan pada jenjang SMA. Apabila terdapat kesalahan dalam memberikan konsep, segera dibenarkan atau diluruskan karena akan terbawa pada ingatan siswa, Selain itu, mahasiswa PKL berusaha menciptakan suasana belajar yang kondusif.

3.    Kegiatan Penutup Pembelajaran

Setelah materi ajar yang sudah dipersiapkan sebelumnya diberikan kepada siswa, pada akhir pelajaran salah satu siswa diminta untuk menyimpulkan apa saja yang sudah disampaikan dalam KBM. Siswa juga diberikan pekerjaan rumah (tugas) agar di rumah tetap belajar.

4. Evaluasi Diri

Mahasiswa PKL mengevaluasi diri berkonsultasi dengan guru pamong mengenai kegiatan yang sudah dilaksanakan.

 

V. KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pondidaha, maka dapat disimpulkan bahwa Praktek Kerja Lapangan (PKL) memberi pengalaman kepada mahasiswa bagaimana mengajar yang sebenarnya yang nantinya akan digeluti mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan di F-MIPA Unsrat.

Tugas utama guru meliputi merencanakan dan mengaktualisasikn diri dengan apa yang direncanakan dalam proses pembelajaran di kelas sebelumnya. Sedangkan setiap pelaksanaan proses KBM harus dilakukan berdasarkan pedoman-pedoman yang sudah dibuat dalam RPP.

Kegiatan PKL ini dapat terealisasi berkat kerja sama yang baik antara mahasiswa PKL dengan personalia sekolah yakni Kepala Sekolah, Guru, dan staf tata usaha dan siswa-siswi SMA Negeri 1 Pondidaha. Dengan kerja sama yang baik antara semua pihak maka setiap kendala yang ditemui dapat terselesaikan. Berkat kerja sama yang baik pula, Mahasiswa PKL dapat melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam kegiatan PKL ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman ilmu yang tidak didapatkan selama berada di ruang perkuliahan, mahasiswa dapat merasakan langsung bagaimana menjadi tenaga pendidik di SMA, bagaimana cara menghadapi siswa-siswinya dan bagaimana menjalin hubungan kekeluargaan dengan personalia sekolah. Sehingga lebih mengembangkan kepribadian mahasiswa.

Selain itu, dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan, panitia PKL dan Dosen F-MIPA dalam bentuk tenaga dan motivasi pada saat pelaksanaan pembekalan PKL teramat sangat membantu pelaksanaan kegiatan mahasiswa di lokasi.

V.2 SARAN

Adapun saran-saran yang penulis sampaikan untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi pembaca yaitu :

  1. Mengingat pelaksanaan PKL mempunyai arti penting bagi berbagai pihak yang terkait, maka dibutuhkan kerjasama yang baik antar Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara termasuk sekolah–sekolah atau lembaga–lembaga yang berada di bawah pengawasannya dengan F-MIPA PGS1 BS Unsrat sebagai lembaga produsen guru dan tenaga pendidik.
  2. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik pada pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada masa selanjutnya diharapkan kepada semua unsur penyelenggara yang berkompetensi agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan menuju tercapainya tujuan pendidikan nasional.

 


About these ads

About tuwiitii

mahasiswa kimia yang mencoba berbagi ilmu
This entry was posted in pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s